Rabu pagi aku sendiri mengayuh sepeda coklatku menuju sekolahku. Hari ini, sekolahku yang paling aneh dalam hidupku membuat ultimatum untuk melarang segala bentuk sepeda motor untuk diparkirkan disekolah atau dengan kata lain tidak mengunakan sepeda motor kesekolah kecuali guru dan karyawan. Maka dengan penuh berat hati aku gayuh sepedaku yang membuat kayuhan sepedaku semakin berat dengan beban hati ini.
Dipinggir rel kereta itu, telah berbaris belasan pendangang hewan qurban.
Alhamdulillah,kambing-kambing lucu nang bau ini menghibur hatiku yang sedang merana.
Liatlah ekornya yang imut-imut bergoyang-goyang, perutnya yang buncit, bibirnya yang selalu terlihat tersenyum, dan juga ada pasangan kambing yang beradu dengan tanduknya tapi mereka tidak dapat memuaskan nafsunya untuk bertengkar dikerenakan oleh tali yang menahanya. Uuhhh..Subhanallah lucunya....
Seaakan mereka sangat senang sekali menjadi calon-calon mujahid yang akan menikmati beribu-ribu kenikmatan disurga sana....waah aku terlalu berimajinasi. Tapi ini sangat menghiburku, meski baunya tak karuan dan aku tak pernah doyan dengan dagingnya.
Moment itu tak lama, meski aku tidak dikejar waktu. Tapi nikmat itu sejatinya hanya sebentar didunia.
Aku kembali mengayuh sepoedaku...Wahai sepedaku, sudah lama aku tak pernah menjamahmu dan tak pernah mempedulikanmu dikerenakan aku sudah beralih dengan maticku dan kamu telah berpindah tangan pada orang lain. Apa kamu marah padaku,wahai sepedaku...Mengapa kamu berat sekali?ayolah,,aku sedang berpuasa nih....teganya kau.
akhirnya aku sampai sekolah. Tapi aku telah disambut oleh guru yang memasang raut wajah penolakan.
KAMU DILARANG MASUK KARENA KAMU NAIK SEPEDA!!
KAMU HARUS JALAN!! SEKARANG KAMU CARI PARKIRAN DIDEPAN JALAN SANA DAN KAMU KEMBALI DENGAN KAKIMU SENDIRI!!(ya masak mau pakek kaki orang lain?)
"pak,bukankah pengumumanya hanya sepeda motor?"
"kamu tidak mendengarkan pengumuman ya?"
"iyaa kali" lirihku....oooh tidaakkk perjuanganku!!!!
"pak,saya sudah berjuang dari rumah pak..kok tega seeh?" kataku pelan penuh dengan harapan.
"TIDAK!"
hiks..hiks..hiks...sebel!
aku memutar otak, berpikir keras didepan gerbang sekolah. Bagaimana cranya agar aku tidak kembali lagi ke jalan raya dan jalan kaki. Bukanya aku malas aku lelah sekali dengan sepeda rewelku.
kulihat sekolah sebelah, kulihat ada beberapa tukang disana, kulihat ada yang memakirkan sepeda disebelah gedung itu.
kuhampiri seorang tukang dan kutanya apa aku boleh menitipkan sepeda disana?
aku berhasil dan kulakuan itu didepan mata guruku tadi.
aku kembali,
" kamu titipkan mana sepedamu?"
"di SMKN 9,pak. Tapikan saya disini jalan kaki pak,tuh kan!"
SMKN9 itu persis didepan sekolahku. Lama-lama aku pikir kenapa aku tadi tidak naik sepeda motor saja lalu aku parkirkan di SMKN9 jalan kakinya kan lebih dekat.
yaahh...itulah perjuangan..ini masih pagi belum siang, tapi badanku sudah lemas...tidak aku harus bertahan dalam puasaku.
sampai masjid aku suadah disambut temanku yang sedang menyapu.
"kamu tadi dimarahin ya?"
"iya, tadi naik apa kesini?kamu parkir mana?"
"aku tadi ya sama seperti kamu. Aku kembali, trus jalan kaki...waaah pegel..."
"mending kamu parkirkan sekolah sebelah"
waahhh ternyata teman-temanku bernasip sama. Aku terkapar di masjid sekolahku yang masih sepi...
aku tidak kuat, aku menyerah...
akhirmya aku batalkan puasaku...
detik ini keika aku kembali menceritakan ini, ternyata aku terlalu cengeng.
Orang-orang yang sedang melaksanakan haji mungkin perjuangannya lebih besar dari pada mngeyuh sepeda berat. Mungkin lemasnya dua kali lipat dari pada aku. Bukankah disana juga lebih panas hawanya dari pada Surabaya?
ehm...kenapa aku batalkan?
bukankah capeknya dua kali lipat, itu masih sehari belum besoknya...bukankah haji lebih dari satu dari dan lebih dari setengah jam..lebih lama dari mengayuh sepeda
bukankah melempar jumroh lebih berjuang dari pada berangkat mencari ilmu sambil mengeluh?
aah...sesal memang datang terlambat. Hanya setenguk air sirsat aku jadi tidak berpuasa. Hanya karena keluhanku aku jadi tidak dapat mendekat padaNya...uuuhhh...hiks...hiks..hiks..
Hari ini dan seterusnya aku bukanlah seperti Laras biasanya. Bukan Laras yang cengeng, namun Laras yang tegar.
Jumat, 27 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
assalamualaikumwarokhmatullah...
Jika kamu
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
inilah aku
- andjani laras
- Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
- aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....