Hari ini dan seterusnya aku bukanlah seperti Laras biasanya. Bukan Laras yang cengeng, namun Laras yang tegar.
Jumat, 27 November 2009
puasa arafahku
Dipinggir rel kereta itu, telah berbaris belasan pendangang hewan qurban.
Alhamdulillah,kambing-kambing lucu nang bau ini menghibur hatiku yang sedang merana.
Liatlah ekornya yang imut-imut bergoyang-goyang, perutnya yang buncit, bibirnya yang selalu terlihat tersenyum, dan juga ada pasangan kambing yang beradu dengan tanduknya tapi mereka tidak dapat memuaskan nafsunya untuk bertengkar dikerenakan oleh tali yang menahanya. Uuhhh..Subhanallah lucunya....
Seaakan mereka sangat senang sekali menjadi calon-calon mujahid yang akan menikmati beribu-ribu kenikmatan disurga sana....waah aku terlalu berimajinasi. Tapi ini sangat menghiburku, meski baunya tak karuan dan aku tak pernah doyan dengan dagingnya.
Moment itu tak lama, meski aku tidak dikejar waktu. Tapi nikmat itu sejatinya hanya sebentar didunia.
Aku kembali mengayuh sepoedaku...Wahai sepedaku, sudah lama aku tak pernah menjamahmu dan tak pernah mempedulikanmu dikerenakan aku sudah beralih dengan maticku dan kamu telah berpindah tangan pada orang lain. Apa kamu marah padaku,wahai sepedaku...Mengapa kamu berat sekali?ayolah,,aku sedang berpuasa nih....teganya kau.
akhirnya aku sampai sekolah. Tapi aku telah disambut oleh guru yang memasang raut wajah penolakan.
KAMU DILARANG MASUK KARENA KAMU NAIK SEPEDA!!
KAMU HARUS JALAN!! SEKARANG KAMU CARI PARKIRAN DIDEPAN JALAN SANA DAN KAMU KEMBALI DENGAN KAKIMU SENDIRI!!(ya masak mau pakek kaki orang lain?)
"pak,bukankah pengumumanya hanya sepeda motor?"
"kamu tidak mendengarkan pengumuman ya?"
"iyaa kali" lirihku....oooh tidaakkk perjuanganku!!!!
"pak,saya sudah berjuang dari rumah pak..kok tega seeh?" kataku pelan penuh dengan harapan.
"TIDAK!"
hiks..hiks..hiks...sebel!
aku memutar otak, berpikir keras didepan gerbang sekolah. Bagaimana cranya agar aku tidak kembali lagi ke jalan raya dan jalan kaki. Bukanya aku malas aku lelah sekali dengan sepeda rewelku.
kulihat sekolah sebelah, kulihat ada beberapa tukang disana, kulihat ada yang memakirkan sepeda disebelah gedung itu.
kuhampiri seorang tukang dan kutanya apa aku boleh menitipkan sepeda disana?
aku berhasil dan kulakuan itu didepan mata guruku tadi.
aku kembali,
" kamu titipkan mana sepedamu?"
"di SMKN 9,pak. Tapikan saya disini jalan kaki pak,tuh kan!"
SMKN9 itu persis didepan sekolahku. Lama-lama aku pikir kenapa aku tadi tidak naik sepeda motor saja lalu aku parkirkan di SMKN9 jalan kakinya kan lebih dekat.
yaahh...itulah perjuangan..ini masih pagi belum siang, tapi badanku sudah lemas...tidak aku harus bertahan dalam puasaku.
sampai masjid aku suadah disambut temanku yang sedang menyapu.
"kamu tadi dimarahin ya?"
"iya, tadi naik apa kesini?kamu parkir mana?"
"aku tadi ya sama seperti kamu. Aku kembali, trus jalan kaki...waaah pegel..."
"mending kamu parkirkan sekolah sebelah"
waahhh ternyata teman-temanku bernasip sama. Aku terkapar di masjid sekolahku yang masih sepi...
aku tidak kuat, aku menyerah...
akhirmya aku batalkan puasaku...
detik ini keika aku kembali menceritakan ini, ternyata aku terlalu cengeng.
Orang-orang yang sedang melaksanakan haji mungkin perjuangannya lebih besar dari pada mngeyuh sepeda berat. Mungkin lemasnya dua kali lipat dari pada aku. Bukankah disana juga lebih panas hawanya dari pada Surabaya?
ehm...kenapa aku batalkan?
bukankah capeknya dua kali lipat, itu masih sehari belum besoknya...bukankah haji lebih dari satu dari dan lebih dari setengah jam..lebih lama dari mengayuh sepeda
bukankah melempar jumroh lebih berjuang dari pada berangkat mencari ilmu sambil mengeluh?
aah...sesal memang datang terlambat. Hanya setenguk air sirsat aku jadi tidak berpuasa. Hanya karena keluhanku aku jadi tidak dapat mendekat padaNya...uuuhhh...hiks...hiks..hiks..
Selasa, 17 November 2009
pelangi pertama
hari ini mungkin hujan yang pertama di negeri smk 11.
tahun lalu aku juga sedang menikmati hujan yang pertama diSurabaya.
ketika itu, aku, fitri, elisa, ukhti fia, pak rifqie, mas samsul dan beberapa teman rohis sedang syuro'.
dengan indahnya..hujan itu datang.
dan yang masih aku ingat, pak rifqie memberi kajian singkat tentang hujan.
hujan itu rahmat, maka dianjurkan ketika hujan itu datang kita berdoa.
saat-saat itulah doa kita dijabah.
tak lama kemudian aku mendapatkan sobekan kertas berwarna dari ukhti fia, isinya doa ketika hujan datang.
kini, selasa ini ba'da dzuhur. aku duduk merenung dipinggir jendela menikmati hujan yang diiringin angin lembut yang menerpa genteng-genteng bengkel sekolahku dan wajahku.
dan disampingku ada fitri yang sedang berlatih sketsa.
aku betanya pada sahabatku "fit, doa ketika hujan itu apa,fit? aku lupa"
dia menjawabnya dengan ikhlas.
teringat lagi saat itu...selesai hujan ketika syuro' tahun lalu
"ras, ada pelangi"
subhanallah indahnya,aku melihat pelangi pertama diSurabaya ketika aku sedang syuro' dimasjid bersama mereka.
Perpisahaan itu memang benar menyakitkan ketika aku sadar bahwa aku benar mencintainya.
Air mataku meleleh ketika aku teringat bisiknya ”istiqomah ya ukhti..”
Dan aku benar-benar sedang merindunya
”Pertemuan itu pasti ada perpisahanya ,ras”
Apa yang dikatakan sahabatku itu tak ada yang salah. Tapi aku masih meneteskan airmata.
Meski foto-foto itu buram dan tidak jelas tapi aku masih bisa merasakan kenangan yang ada disana. Aku masih merasakan belaian lembut tanganya keika aku berfoto bersamanya.
Aku tidak tau mengapa senin ini,rasa rinduku memuncak dan air mataku tak mau berhenti.
Pernah kutulis sesuatu di buku pelajaranku ketika aku masih smp
”Neraka masih cukup untuk menampung manusia-manusia disekolah ini”
Entah apa yang aku fikirkan. Tapi ketika itu aku dalam kedan marah yang sangat. Ketika aku melihat teman-temanku banyak yang berpacaran, mencontek seluruh soal ebtanas, mengumbar kata-kata kotor, dan banyak hal-hal yang membuatku banyak berfikir.
Kini aku sudah baligh. Aku sudah semakin tua. Semakin bayak amanah yang kutanggung. Semakin banyak tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabakan.
Aku pernah dengar ketika aku mengikuti kajian.
”tua itu pasti tapi dewasa itu pilihan”
Apa yang kudengar itu tidak ada yang salah dan aku nyakin 100% benar.
Hari sabtu, sepulang sekolah. Aku berangkat menuju smpku dulu. Aku bertemu dengan guru-guru, bu kantin, guru tapak suci. Yang mereka bilang adalah aku banyak berubah dari bentuk fisik dan perilaku.
Dan aku semakin tersadar bahwa guru-guruku yang dulu jarang aku hargai adalah guru-guru yang sebenarnya. Guru-guru yang banyak berperan dalam hidupku. Wajah yang selalu berpancarkan iman, keikhlasan, kesabaran, kecerian, kepandaian. Ternyata guru-guru itu tak pantas jika api neraka menjilat tubuhnya. Karena peranya, mereka membuatku hafal beberepa surat juz ammah yang sekarang masih kuingat, mereka membuatku semakin bersemangat untuk meimpikan ilmu dan mengapainya, mereka membuatku rajin membaca buku ppkn yang sanagat menyebalkan, mereka membutaku berani mendaftar diri di SMAN 1 Sidoarjo.
Ehm...aku sadar betapa rindunya aku pada mereka. Hingga aku bertekad setelah aku lulus dari ISI Jogja aku ingin kembali untuk mengajar seni rupa di smpku itu dan melukis intrik, kemesraan, keakraban, keistimewaan sekolah ku dulu...
Jumat, 13 November 2009
masa ini
masa ini adalah masa yang membuatku tersiksa dari kefuturan ini
masa ini aku tidak paham apa yang kukerjakan
Bismillah,,
apa yang harus aku katakan
masa ini, adalah masa yang membuatku bingung harus bersikap apa
masa ini, aku telah banyak kehilangan saudari-saudariku..
masa ini,ukhtiku yang selalu membuatku terperangah ketika dia menyampaikan kalimat-kalimatNya, dia telah berpisah dariku,aku sudah terlanjur cinta dia karena Allah
ukhti itu,yang pernah membuatku menangis dan menegarkan keteguhanku
aku sedang rindu dirinya
ukhti jika kau sedang membaca postku ini,aku hanya menyampaikan bahawa aku selalu mencintaimu karena Allah dan tetap selalu ingat apa yang kau katakan bahwa kejahatan itu tidak boleh dibalas dengan kejahatan...
ukhti jika aku boleh cerita,aku telah tersakiti oleh saudariku kerena aku tetep menjaga amanah itu..tapi aku belum berputus asa,ukhti...meski seyum ini masih tertuju pada fulani yang kau katakan dia telah tersakiti olehku, tapi hatiku hancur karenanya,mataku tak sanggup lagi melihat perilakunya,mulut ini sudah tertutup untuknya,,ooh mungkin ini tanda keputus asaan...aku tidak boleh berhenti..kalu bukan karena dia adalah saudariku dalam agama suci Allah pastilah dia sudah aku biarkan dalam jurang nafsunya,dan karena peranmu dalam hidupku,,aku pun ttetap menahan sakit ini dan berusaha menjaga amanahmu,,ukhti fia...
Rabu, 04 November 2009
buatlah indah kisah cintamu
jika kau mencintai seseorang
cintailah dia karena Allah
ketika dia belum jadi milikmu
janganlah ada yang tau
jika kau mencintainya
jika kau benar mencintainya karena Allah
maka..
janganlah kau buatnya bimbang dengan kata-kata cintamu
janganlah kau nodai wajahnya dengan tatapan-tatapan liarmu
janganlah membuat hatinya terkotori oleh buih-buih nafsumu
janganlah bawa dia masuk dalam jurang kemaksiatan
jagalah dia dalam kesucian
izinlah pada walinya untuk menjaganya
jadikanlah dia milikmu selamanya
dalam kesucian agama Allah
bimbinglah dia dijalan Allah
agar, setan tidak pernah menyalakan api maksiat padamu dan kekasihmu
assalamualaikumwarokhmatullah...
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
inilah aku
- andjani laras
- Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
- aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....