Hari ini dan seterusnya aku bukanlah seperti Laras biasanya. Bukan Laras yang cengeng, namun Laras yang tegar.
Selasa, 17 November 2009
pelangi pertama
hari ini mungkin hujan yang pertama di negeri smk 11.
tahun lalu aku juga sedang menikmati hujan yang pertama diSurabaya.
ketika itu, aku, fitri, elisa, ukhti fia, pak rifqie, mas samsul dan beberapa teman rohis sedang syuro'.
dengan indahnya..hujan itu datang.
dan yang masih aku ingat, pak rifqie memberi kajian singkat tentang hujan.
hujan itu rahmat, maka dianjurkan ketika hujan itu datang kita berdoa.
saat-saat itulah doa kita dijabah.
tak lama kemudian aku mendapatkan sobekan kertas berwarna dari ukhti fia, isinya doa ketika hujan datang.
kini, selasa ini ba'da dzuhur. aku duduk merenung dipinggir jendela menikmati hujan yang diiringin angin lembut yang menerpa genteng-genteng bengkel sekolahku dan wajahku.
dan disampingku ada fitri yang sedang berlatih sketsa.
aku betanya pada sahabatku "fit, doa ketika hujan itu apa,fit? aku lupa"
dia menjawabnya dengan ikhlas.
teringat lagi saat itu...selesai hujan ketika syuro' tahun lalu
"ras, ada pelangi"
subhanallah indahnya,aku melihat pelangi pertama diSurabaya ketika aku sedang syuro' dimasjid bersama mereka.
Perpisahaan itu memang benar menyakitkan ketika aku sadar bahwa aku benar mencintainya.
Air mataku meleleh ketika aku teringat bisiknya ”istiqomah ya ukhti..”
Dan aku benar-benar sedang merindunya
”Pertemuan itu pasti ada perpisahanya ,ras”
Apa yang dikatakan sahabatku itu tak ada yang salah. Tapi aku masih meneteskan airmata.
Meski foto-foto itu buram dan tidak jelas tapi aku masih bisa merasakan kenangan yang ada disana. Aku masih merasakan belaian lembut tanganya keika aku berfoto bersamanya.
Aku tidak tau mengapa senin ini,rasa rinduku memuncak dan air mataku tak mau berhenti.
Pernah kutulis sesuatu di buku pelajaranku ketika aku masih smp
”Neraka masih cukup untuk menampung manusia-manusia disekolah ini”
Entah apa yang aku fikirkan. Tapi ketika itu aku dalam kedan marah yang sangat. Ketika aku melihat teman-temanku banyak yang berpacaran, mencontek seluruh soal ebtanas, mengumbar kata-kata kotor, dan banyak hal-hal yang membuatku banyak berfikir.
Kini aku sudah baligh. Aku sudah semakin tua. Semakin bayak amanah yang kutanggung. Semakin banyak tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabakan.
Aku pernah dengar ketika aku mengikuti kajian.
”tua itu pasti tapi dewasa itu pilihan”
Apa yang kudengar itu tidak ada yang salah dan aku nyakin 100% benar.
Hari sabtu, sepulang sekolah. Aku berangkat menuju smpku dulu. Aku bertemu dengan guru-guru, bu kantin, guru tapak suci. Yang mereka bilang adalah aku banyak berubah dari bentuk fisik dan perilaku.
Dan aku semakin tersadar bahwa guru-guruku yang dulu jarang aku hargai adalah guru-guru yang sebenarnya. Guru-guru yang banyak berperan dalam hidupku. Wajah yang selalu berpancarkan iman, keikhlasan, kesabaran, kecerian, kepandaian. Ternyata guru-guru itu tak pantas jika api neraka menjilat tubuhnya. Karena peranya, mereka membuatku hafal beberepa surat juz ammah yang sekarang masih kuingat, mereka membuatku semakin bersemangat untuk meimpikan ilmu dan mengapainya, mereka membuatku rajin membaca buku ppkn yang sanagat menyebalkan, mereka membutaku berani mendaftar diri di SMAN 1 Sidoarjo.
Ehm...aku sadar betapa rindunya aku pada mereka. Hingga aku bertekad setelah aku lulus dari ISI Jogja aku ingin kembali untuk mengajar seni rupa di smpku itu dan melukis intrik, kemesraan, keakraban, keistimewaan sekolah ku dulu...
assalamualaikumwarokhmatullah...
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
inilah aku
- andjani laras
- Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
- aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....