sebelum aku tidur, setelah aku menulis lembar mutaba'ah yaumiah dan sebelun aku lupa. Aku ingin mengisahkan diriku. pada hari itu, dimana genap usiaku. 16 tahun. Rasanya semakin dekat aku dengan ajalku dan semakin semu dunia ini. Tanggal 13 juni adalh hari dimana kau merasakan hadiah dari Allah. Atau hanya perasaanku saja. Tapi itu hanyalah husnudzonku padaNya.
yaitu, kesempatan-kesempatan amal shalih. Senang sekali hari itu. seperti menemukan ladang pahala. Ataukah hanya fatamorgana?
Alhamdulillah..
bukan ucapan selamat yang kuharapkan
bukan kado yang berbungkus indah yang kuharapkan
bukan juga seorang ikhwan yang memberikan senyuman penuh arti.
bukan itu
hanya tiket surga. Yang sulit di dapatkan. Hanya pada orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah.
Pukul 02.15 wib
aku di telepon oleh ukhti fitri. Untuk apa? Untuk membangunkan aku agar aku mendirikan sholat tahajud. Alhamdulillah dengan izinNya aku menunaikan tujuh raka'at saja. Dengan diiringi doa selesai salam pada roka'at kedua
dan aku terlelap lagi
pukul 06.00 wib
aku dan ibuku berangkat kepasar. Berbelanja untuk acara besok malam. Menurutku ini adalah sebuah kesempatan besar untuk melakukan amal shalih, aku rela terlambat kesekolah. Lagi pula jadwal sekolah hari ini sungguh demikian longgar di kerenakan ujian akhir semester telah berakhir.
aku bawakan apa yang ibu belanjakan dan mempermudah urusanya untuk mempersingkat waktunya. Karena setelah kepasar ini ibuku menjemput kakek dan nenekku distasiun yang jauh dari pasar ini. Dan kesempatan ini hanyalah setengah jam. Keretanya datang pukul 06.30 wib.
seyum ini beraksi (lebih mirip meringis) ketika tangan kananku membawa parutan kelapa yang beratnya melebihi tas punggungku sedangkan tangan kananku membawa kikil sapi dan ikan yang besar. Taulah..belanjaan ini untuk acara besok malam. Maka dari itu, belanja ekstra.
Sungguh tak karuan beratnya!
"subhanallah...yaa rabbi..berat sekali..."
tapi entah mengapa keluhan ini dibarengi senyuman bangga...
pukul 07.30 wib
aku baru tiba dikelas dan duduk tenang. Aku duduk disamping ukhti fitri. Sahabatku. Dia sedang menulis dan membaca. Kami mendapat tugas dari murabbi kami untuk meresume buku. dan aku beraksi.
Tangan kiriku memenggang Al-Qur'an, dan tangan kananku menulis kalimat-kalimatNya. Tukah apa tetang apa yang sedang aku tulis? yaitu amal shalih orang-orang yang beriman.
setelah aku mencatatnya, aku buka Qs. Al-kahf dan melanjutkan tilawahku. Padahal biasanya aku malu untuk bertilawah di dalam kelas.
Bel istirahat, aku dan kawanku meluncur kekantin. Kurasa mereka lupa dengan hari ulang tahunku. It's okey. aku tak ingin kalian ingat biarlah Allah yang tau dan mengujiku agar aku lebih dewasa.
dan setelah istirahat aku pulang. Sebenarnya bel pulang sekolah belum dikumandangkan. Hanya saja aku ingin pulang lebih awal. Mengapa seperti yang aku bilang tadi. Hari ini sekolah lebih longgar dari sebelumnya. Jika tidak ada jadwal remidi atau nilainya mencukupi hingga tidak mengulang lagi maka diperbolehkan pulang. Alhamdulillah nilaiku mencukupi, hingga aku berani mengambil keputusan untuk pulang lebih dulu.
pulangkah aku kerumah?? tidak....
Hari selasa aku sudah izin pada ibuku dengan derai airmata. Untuk menonton pameran desain grafis di ITC. Jadi dengan izinNya kemudian izin ibuku, aku dengan mantap pergi ke ITC.
Tapi entah mengapa, Hatiku ini resah. Seperti merasa tidak aman pergi jauh tanpa muhrim dan sendirian.
Aku tau sungguh membahayakan jika seseorang perempuan pergi sendiri. Apalagi pergi jauh dari rumah yang dimana tempat itu tak pernah aku kunjungi sekalipun.
tapi akan bagaimana lagi?
teman-teman akhwatku tidak akan meniggalkan halaqoh sabtu disekolah ( dan ternyata baru-baru ini, aku ketahui. Halaqohnya di tunda) dan ikhwanya masih tetap istiqomah di sekolah.
haruskah aku menunggu mereka? ternyata aku tetap nekat berangkat sendiri.
jadi aku pasrahkan diri ini kepada Allah. Laa Quawata illa billah
Bus jurusan ps. atom telah tiba. Aku naiki dengan kaki kanan sebagai yang pertama. Bismillah....
aku memilih duduk sendiri dipinggir ruas kiri bus. aku tidak tau sebera jauh ITC itu. tapi yang pasti gedung itu depanya persis ps.atom sebagai tujuan terakhir bus. Jadi masih jauh dari siwalankerto. Dan aku tertidur
aku membuka mata ketika aku dekat dengan SMAN 5 SBY. Baru kali ini aku tau sekolah ini. Besar ya? bukan kah lebih besar sekolahku? hanya saja sekolahku masih harus masuk dari jalan besar. Hingga aku haru ngos-ngosan jika aku sedang mencari temanku dipelosok sana.
tapi tak bisa dipungkiri jika di sekolah ini rohisnya keren, dan banyak ikhwahnya.
ini masih jauhkah? apa sudah terlewat ya? ini dimananya? tiga pertanyaan itu yang selalu berkutat di pikiranku.
ternyata tidak jauh juga.
pasar atom. Ternyata seperti ini rupanya. tua dan jadul. bangunan belanda. dan ramai sekali. entah jam berapa aku sampai disana yang pasti belum dikumandangkan adzan dzuhur.
diseberang sana terpampang tulisan besar. tiga huruf. ITC. hanya itu.
Alhamdulillah aku datang di depan ITC dengan menyebarang bersama bapaknya orang lain.
aku masuk degung itu. dingin. lebih dingin dari pada dijalan. akumasih memakai seragam biru yang masih penuh air keringat. niatku memang tak jelek. hanya ingin melihat pemeran yang diselnggarakan hanya dua hari itu.
aku tanya pada informasi.
" mbak pemeran desain grafis dimana ya?"
lalu mbaknya bertanya pad asatpam dibelakangku
"mas pameran desain grafis dimana ya?"
ternyata tinggal tengok kebawah, disanalah dia bersemayam.
sebelum aku kebawah sana aku menikmati karya pemenag desain kaos ikon surabaya. Pada pelombaan ini kelima temanku mengikutinya. diantara mereka adalah teman baikku.
panjang ya cerita ya...ini cerita seharian yang masih banyak lagi
Hari ini dan seterusnya aku bukanlah seperti Laras biasanya. Bukan Laras yang cengeng, namun Laras yang tegar.
Kamis, 18 Juni 2009
sungguh aku jatuh cinta kepadanya
“pokoknya aku cinta! Cinta! Cinta! Cinta!”
Oke,bukan masalah besar.Kita tidak bisa melarang kamu jatuh cinta. Lagi pula bukan suatu hal yang haram, bukan?. Itu adalah aktivitas perasaan dan hati.
“btw, kenapa ada orang yang melarang kitajatuh cinta?”
Siapa? Beraninya dia melarang-larang. Mana? Mana orangnya??
Ehm…larangan jatuh cinta yang dimaksud bukan rasanya tapi aplikasi pengekspresian rasa cinta. Estetika penganaplikasianya yang kurang baik dan melanggar syariat islam.
Tau tidak sih…?
Jatuh cinta dalah gejala wajar yang dialami siapa saja termasuk seorang nabi. So, perasaan tertarik atau jatuh cinta tidak bisa dilarang-larang. Cinta itu dibagi dua macam,yaitu :
1. Cinta Objektif
Nah, cinta yang macemnya seperti ini akan membawa pada aplikasi yang tidak benar, yaitu:
a.Pacaran
Akhtifitas yang lebih merupakan lampiasan nafsu, lebih mudah menyeret kepada pelanggaran batas-batas norma dan zina
b.Zina mata
Mata dapat menjadi pintu dosa terbesar dan dapat menjadi penghianat. Maka Allah menegaskan pada Qs. An-nur :30-31
“ Katakanlah pada laki-laki beriman, ‘hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka’. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuata. Ktakanlah pada perempuan beriman ‘Hendaklah merekan menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya’”
c.Ikthilath
Berbaurnya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dalam suatu tempat. Inilah yang disebut ikhtilah. Aktifitas ini adalah kesempatan yang memberikan keluasan berintreraksi, saling pandang , bicara dan lain-lain. Maka jika hal ini sudah terjadi pada seorang muslim dan muslimah, yang dilakukan adalah memantapkan terus komitmen untuk memelihara diri dari suatu yang tidak diinginkan dan tetap amar ma’ruf nahi mungkar tanpa henti. Karena tidak mungkin kita dapat menghindari ikhthilath ini. Kita masih harus begerak dalam lingkungan masyarakat umum.
d.Khalwat
Khalwat adalah berdua-duaan dengan laki-laki atau perempuan yang bukan muhrim. Akhtivitas ini tidak hanya sekedar main mata, bersenda gurau atau isyarat-isyarat lain. Tetapi pintu terjadinya zina terbuka lebar.
e.Memperturutka pandangan spontan
Memperturutkan pandangan spontan terhadap lawan jenis dikarenakan mata akan menikmatinya dan terus menginginkanya dan sulit mengendalikanya. Maka Rasulullah SAWmengingatkan pada Ali bin Abi talib dan kita semua “Wahai Ali, Janganlah kamu turutkan pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama tidak apa-apa dan yang kedua tidak boleh”.(Hr. Abu dawud dan Tirmidzi)
f.Mengotori hati
Melakukan akhtifitas yang mengotori hati dan pikiran. Misalnya, komunikasi yang tidak syar’i dan berlebih-lebihan melalui telepon, handphone, chat, dan lain-lain dengan yang bukan muhrim. Komunikasi seperti ini tanpa mengindahkan batas-batas syar’i juga tidak kalah bahayanya dengan pandangan langsung, khalwat dan ikhtilath.
Cinta objektif adalah cinta yang berorientasi pada materi dan duniawi. Melihat tampilan fisik, hardware dan cashingnya. Cinta model seperti ini dilarang karena enam hal diatas dan terarah kepada maksiat. Orientasi nafsu fisik yang mengatasnamakan cinta. Maka orang berzina pun menyatakan perbuatan itu adalah ungkapan cinta.
“Ekspresi cinta yang memuja fisik tapi tidak sampai pacaran gimana??”
Apapun yang berorientasi pada pemujaan fisik maka sesuatu itu akan terus dan terus hadir dalam khayalan dan akan terbayang-bayang hingga muncul kelainan seksual. Hal ini disebabkan oleh sifat mengumbar syawat yang tidak terlampiaskan sehingga pelakunya menjadi tersiksa.
Sebaliknya, pelampiasan syahwat diluar batas-batas norma, tidak lagi menggambarkan karakter manusiawai yang mulia dan agung. Malahan seperti hewan yang rendah.
Asal muasal munculnya cinta objektif adalah mata. Mata yang diumbar bebas dan tidak terdidik menjadi awal munculnya syahwat tanpa batas. Karena cinta objektif ternilai dari fisik dan duniawi.
2. Cinta murni.
Cinta ini berasla bukan karena fisik dan duniawi. Tapi cinta ini ditujukan kepada orang yang pantas di cintai. Cintai ini di karenakan Allah, keimananya, keshalihannya, kepintaranya, keseriuasanya. Bisa dibilang inner beauty-nya. Dan Allah selalu menegaskan pada Qs. Annur :26
“Wanita-wanita keji adalah untuk laki-laki keji. Dan laki-laki keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pila). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
Dan Rasulullah SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kerhormatanya, kecantikanya, dan agamanya. Maka pililah wanita yang beragama. Kamua akn beruntung” (HR. Bukhari dan muslim)
Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita untuk tidak melihat dan memuja-muja hardwarenya atau fisiknya semata, yang dapat abadi hanyalah kemulian diri. Dan itu adalah agamanya.
“Tapi, gimana dengan hadist satu ini, ‘ Pergilah dan lihat dia, karena susungguhnya hal itu lebih menjamin kelanggengan (cinta kasih) diantara kalian’ (HR. Tirmidzi) pada hadist ini Rasulullah meminta Al-Mughirah bin Syubah r.a yang baru saja melamar seorang gadis agar dia melihatnya.Berarti cinta objektif dong?”
Tidak diharamkan melihat rupa waktu melamar wanita yang akan dinikahi. Itu manusiawi. Dengan melihat mungkin dia akan merasa semakin cocok dengan pilihanya. Jadii, melihat disini bukan karena nafsu.
Kesimpulanya, Cinta yang baik tergantung pada orientasinya. Ada yang terbius oleh faktor-faktor fisik, rupa, dan segenap unsur-unsur lain yang disebut cinta objektif. Pelakunya ingin menguasainya dan memiliknya dengan dibumbui nafsu sehingga terjalinlah peristiwa yang dilanggar syariat islam.Jika sang pelakunya tidak dapat mengkontrol nafsu syahwatnya. Pada umunya inilah yang sering terjadi.
Dan ada pula yang lebih menekan pada unsur-unsur mulia kepribadian pelakunya tidak bernafsu menguasai atau memiliki. Baginya kemulian adalah memberi bukan menguasai dan kepribadian mulia patut dicintai, meskipun tidak selau bisa dimiliki. Inilah cinta murni. Orientasinya pada unsur-unsur mulia kepribadian. Akan semain sempurna jika landasanya adalah agama.
“Gimana kalau sudah terlanjur cinta??”
“ wahai para pemuda, Barang siapa diantara kalian mampu menikah, maka hendaknya dia menikah itu lebih menundukan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa tidak mampu menikah, maka hendaklah dia berpuasa. Karena puasa itu adalah perisai baginya”.
Nah, kalau kalian sudah mampu dan siap menikah dan menerima pinangan. Silakan. Tapi kalu pada masih sekolah paling gampang ya puasa. Puasa itu perisai dari kecenderungan diri pada kemaksiatan dan dapat menekan gejolak libido maupun pikiran jorok bin kotor. Selain itu, orang-orang yang menjaga ibadahnya akan terjaga dirinya dari keterjerumusan ke dalam maksiat demikian juga dengan tidak meperturutkan pandangan mata terhadap yang diharamkan dan segera berpaling dari pandangan spontanitas. Serta menghindari ikhtilath dan khalwat. Itulah upaya-upaya untuk menjaga jarak, menjauhi kemaksiatan dan aplikasi cinta yang salah ketika sedang jatuh cinta atau terlanjur cinta.
resume :
judul : mama izinkan aku jatuh cinta
penulis : jon hariyadi
penerbit :elba
Oke,bukan masalah besar.Kita tidak bisa melarang kamu jatuh cinta. Lagi pula bukan suatu hal yang haram, bukan?. Itu adalah aktivitas perasaan dan hati.
“btw, kenapa ada orang yang melarang kitajatuh cinta?”
Siapa? Beraninya dia melarang-larang. Mana? Mana orangnya??
Ehm…larangan jatuh cinta yang dimaksud bukan rasanya tapi aplikasi pengekspresian rasa cinta. Estetika penganaplikasianya yang kurang baik dan melanggar syariat islam.
Tau tidak sih…?
Jatuh cinta dalah gejala wajar yang dialami siapa saja termasuk seorang nabi. So, perasaan tertarik atau jatuh cinta tidak bisa dilarang-larang. Cinta itu dibagi dua macam,yaitu :
1. Cinta Objektif
Nah, cinta yang macemnya seperti ini akan membawa pada aplikasi yang tidak benar, yaitu:
a.Pacaran
Akhtifitas yang lebih merupakan lampiasan nafsu, lebih mudah menyeret kepada pelanggaran batas-batas norma dan zina
b.Zina mata
Mata dapat menjadi pintu dosa terbesar dan dapat menjadi penghianat. Maka Allah menegaskan pada Qs. An-nur :30-31
“ Katakanlah pada laki-laki beriman, ‘hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka’. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuata. Ktakanlah pada perempuan beriman ‘Hendaklah merekan menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya’”
c.Ikthilath
Berbaurnya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dalam suatu tempat. Inilah yang disebut ikhtilah. Aktifitas ini adalah kesempatan yang memberikan keluasan berintreraksi, saling pandang , bicara dan lain-lain. Maka jika hal ini sudah terjadi pada seorang muslim dan muslimah, yang dilakukan adalah memantapkan terus komitmen untuk memelihara diri dari suatu yang tidak diinginkan dan tetap amar ma’ruf nahi mungkar tanpa henti. Karena tidak mungkin kita dapat menghindari ikhthilath ini. Kita masih harus begerak dalam lingkungan masyarakat umum.
d.Khalwat
Khalwat adalah berdua-duaan dengan laki-laki atau perempuan yang bukan muhrim. Akhtivitas ini tidak hanya sekedar main mata, bersenda gurau atau isyarat-isyarat lain. Tetapi pintu terjadinya zina terbuka lebar.
e.Memperturutka pandangan spontan
Memperturutkan pandangan spontan terhadap lawan jenis dikarenakan mata akan menikmatinya dan terus menginginkanya dan sulit mengendalikanya. Maka Rasulullah SAWmengingatkan pada Ali bin Abi talib dan kita semua “Wahai Ali, Janganlah kamu turutkan pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama tidak apa-apa dan yang kedua tidak boleh”.(Hr. Abu dawud dan Tirmidzi)
f.Mengotori hati
Melakukan akhtifitas yang mengotori hati dan pikiran. Misalnya, komunikasi yang tidak syar’i dan berlebih-lebihan melalui telepon, handphone, chat, dan lain-lain dengan yang bukan muhrim. Komunikasi seperti ini tanpa mengindahkan batas-batas syar’i juga tidak kalah bahayanya dengan pandangan langsung, khalwat dan ikhtilath.
Cinta objektif adalah cinta yang berorientasi pada materi dan duniawi. Melihat tampilan fisik, hardware dan cashingnya. Cinta model seperti ini dilarang karena enam hal diatas dan terarah kepada maksiat. Orientasi nafsu fisik yang mengatasnamakan cinta. Maka orang berzina pun menyatakan perbuatan itu adalah ungkapan cinta.
“Ekspresi cinta yang memuja fisik tapi tidak sampai pacaran gimana??”
Apapun yang berorientasi pada pemujaan fisik maka sesuatu itu akan terus dan terus hadir dalam khayalan dan akan terbayang-bayang hingga muncul kelainan seksual. Hal ini disebabkan oleh sifat mengumbar syawat yang tidak terlampiaskan sehingga pelakunya menjadi tersiksa.
Sebaliknya, pelampiasan syahwat diluar batas-batas norma, tidak lagi menggambarkan karakter manusiawai yang mulia dan agung. Malahan seperti hewan yang rendah.
Asal muasal munculnya cinta objektif adalah mata. Mata yang diumbar bebas dan tidak terdidik menjadi awal munculnya syahwat tanpa batas. Karena cinta objektif ternilai dari fisik dan duniawi.
2. Cinta murni.
Cinta ini berasla bukan karena fisik dan duniawi. Tapi cinta ini ditujukan kepada orang yang pantas di cintai. Cintai ini di karenakan Allah, keimananya, keshalihannya, kepintaranya, keseriuasanya. Bisa dibilang inner beauty-nya. Dan Allah selalu menegaskan pada Qs. Annur :26
“Wanita-wanita keji adalah untuk laki-laki keji. Dan laki-laki keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pila). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
Dan Rasulullah SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kerhormatanya, kecantikanya, dan agamanya. Maka pililah wanita yang beragama. Kamua akn beruntung” (HR. Bukhari dan muslim)
Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita untuk tidak melihat dan memuja-muja hardwarenya atau fisiknya semata, yang dapat abadi hanyalah kemulian diri. Dan itu adalah agamanya.
“Tapi, gimana dengan hadist satu ini, ‘ Pergilah dan lihat dia, karena susungguhnya hal itu lebih menjamin kelanggengan (cinta kasih) diantara kalian’ (HR. Tirmidzi) pada hadist ini Rasulullah meminta Al-Mughirah bin Syubah r.a yang baru saja melamar seorang gadis agar dia melihatnya.Berarti cinta objektif dong?”
Tidak diharamkan melihat rupa waktu melamar wanita yang akan dinikahi. Itu manusiawi. Dengan melihat mungkin dia akan merasa semakin cocok dengan pilihanya. Jadii, melihat disini bukan karena nafsu.
Kesimpulanya, Cinta yang baik tergantung pada orientasinya. Ada yang terbius oleh faktor-faktor fisik, rupa, dan segenap unsur-unsur lain yang disebut cinta objektif. Pelakunya ingin menguasainya dan memiliknya dengan dibumbui nafsu sehingga terjalinlah peristiwa yang dilanggar syariat islam.Jika sang pelakunya tidak dapat mengkontrol nafsu syahwatnya. Pada umunya inilah yang sering terjadi.
Dan ada pula yang lebih menekan pada unsur-unsur mulia kepribadian pelakunya tidak bernafsu menguasai atau memiliki. Baginya kemulian adalah memberi bukan menguasai dan kepribadian mulia patut dicintai, meskipun tidak selau bisa dimiliki. Inilah cinta murni. Orientasinya pada unsur-unsur mulia kepribadian. Akan semain sempurna jika landasanya adalah agama.
“Gimana kalau sudah terlanjur cinta??”
“ wahai para pemuda, Barang siapa diantara kalian mampu menikah, maka hendaknya dia menikah itu lebih menundukan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa tidak mampu menikah, maka hendaklah dia berpuasa. Karena puasa itu adalah perisai baginya”.
Nah, kalau kalian sudah mampu dan siap menikah dan menerima pinangan. Silakan. Tapi kalu pada masih sekolah paling gampang ya puasa. Puasa itu perisai dari kecenderungan diri pada kemaksiatan dan dapat menekan gejolak libido maupun pikiran jorok bin kotor. Selain itu, orang-orang yang menjaga ibadahnya akan terjaga dirinya dari keterjerumusan ke dalam maksiat demikian juga dengan tidak meperturutkan pandangan mata terhadap yang diharamkan dan segera berpaling dari pandangan spontanitas. Serta menghindari ikhtilath dan khalwat. Itulah upaya-upaya untuk menjaga jarak, menjauhi kemaksiatan dan aplikasi cinta yang salah ketika sedang jatuh cinta atau terlanjur cinta.
resume :
judul : mama izinkan aku jatuh cinta
penulis : jon hariyadi
penerbit :elba
Langganan:
Postingan (Atom)
assalamualaikumwarokhmatullah...
Jika kamu
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
inilah aku
- andjani laras
- Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
- aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....