sebelum aku tidur, setelah aku menulis lembar mutaba'ah yaumiah dan sebelun aku lupa. Aku ingin mengisahkan diriku. pada hari itu, dimana genap usiaku. 16 tahun. Rasanya semakin dekat aku dengan ajalku dan semakin semu dunia ini. Tanggal 13 juni adalh hari dimana kau merasakan hadiah dari Allah. Atau hanya perasaanku saja. Tapi itu hanyalah husnudzonku padaNya.
yaitu, kesempatan-kesempatan amal shalih. Senang sekali hari itu. seperti menemukan ladang pahala. Ataukah hanya fatamorgana?
Alhamdulillah..
bukan ucapan selamat yang kuharapkan
bukan kado yang berbungkus indah yang kuharapkan
bukan juga seorang ikhwan yang memberikan senyuman penuh arti.
bukan itu
hanya tiket surga. Yang sulit di dapatkan. Hanya pada orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah.
Pukul 02.15 wib
aku di telepon oleh ukhti fitri. Untuk apa? Untuk membangunkan aku agar aku mendirikan sholat tahajud. Alhamdulillah dengan izinNya aku menunaikan tujuh raka'at saja. Dengan diiringi doa selesai salam pada roka'at kedua
dan aku terlelap lagi
pukul 06.00 wib
aku dan ibuku berangkat kepasar. Berbelanja untuk acara besok malam. Menurutku ini adalah sebuah kesempatan besar untuk melakukan amal shalih, aku rela terlambat kesekolah. Lagi pula jadwal sekolah hari ini sungguh demikian longgar di kerenakan ujian akhir semester telah berakhir.
aku bawakan apa yang ibu belanjakan dan mempermudah urusanya untuk mempersingkat waktunya. Karena setelah kepasar ini ibuku menjemput kakek dan nenekku distasiun yang jauh dari pasar ini. Dan kesempatan ini hanyalah setengah jam. Keretanya datang pukul 06.30 wib.
seyum ini beraksi (lebih mirip meringis) ketika tangan kananku membawa parutan kelapa yang beratnya melebihi tas punggungku sedangkan tangan kananku membawa kikil sapi dan ikan yang besar. Taulah..belanjaan ini untuk acara besok malam. Maka dari itu, belanja ekstra.
Sungguh tak karuan beratnya!
"subhanallah...yaa rabbi..berat sekali..."
tapi entah mengapa keluhan ini dibarengi senyuman bangga...
pukul 07.30 wib
aku baru tiba dikelas dan duduk tenang. Aku duduk disamping ukhti fitri. Sahabatku. Dia sedang menulis dan membaca. Kami mendapat tugas dari murabbi kami untuk meresume buku. dan aku beraksi.
Tangan kiriku memenggang Al-Qur'an, dan tangan kananku menulis kalimat-kalimatNya. Tukah apa tetang apa yang sedang aku tulis? yaitu amal shalih orang-orang yang beriman.
setelah aku mencatatnya, aku buka Qs. Al-kahf dan melanjutkan tilawahku. Padahal biasanya aku malu untuk bertilawah di dalam kelas.
Bel istirahat, aku dan kawanku meluncur kekantin. Kurasa mereka lupa dengan hari ulang tahunku. It's okey. aku tak ingin kalian ingat biarlah Allah yang tau dan mengujiku agar aku lebih dewasa.
dan setelah istirahat aku pulang. Sebenarnya bel pulang sekolah belum dikumandangkan. Hanya saja aku ingin pulang lebih awal. Mengapa seperti yang aku bilang tadi. Hari ini sekolah lebih longgar dari sebelumnya. Jika tidak ada jadwal remidi atau nilainya mencukupi hingga tidak mengulang lagi maka diperbolehkan pulang. Alhamdulillah nilaiku mencukupi, hingga aku berani mengambil keputusan untuk pulang lebih dulu.
pulangkah aku kerumah?? tidak....
Hari selasa aku sudah izin pada ibuku dengan derai airmata. Untuk menonton pameran desain grafis di ITC. Jadi dengan izinNya kemudian izin ibuku, aku dengan mantap pergi ke ITC.
Tapi entah mengapa, Hatiku ini resah. Seperti merasa tidak aman pergi jauh tanpa muhrim dan sendirian.
Aku tau sungguh membahayakan jika seseorang perempuan pergi sendiri. Apalagi pergi jauh dari rumah yang dimana tempat itu tak pernah aku kunjungi sekalipun.
tapi akan bagaimana lagi?
teman-teman akhwatku tidak akan meniggalkan halaqoh sabtu disekolah ( dan ternyata baru-baru ini, aku ketahui. Halaqohnya di tunda) dan ikhwanya masih tetap istiqomah di sekolah.
haruskah aku menunggu mereka? ternyata aku tetap nekat berangkat sendiri.
jadi aku pasrahkan diri ini kepada Allah. Laa Quawata illa billah
Bus jurusan ps. atom telah tiba. Aku naiki dengan kaki kanan sebagai yang pertama. Bismillah....
aku memilih duduk sendiri dipinggir ruas kiri bus. aku tidak tau sebera jauh ITC itu. tapi yang pasti gedung itu depanya persis ps.atom sebagai tujuan terakhir bus. Jadi masih jauh dari siwalankerto. Dan aku tertidur
aku membuka mata ketika aku dekat dengan SMAN 5 SBY. Baru kali ini aku tau sekolah ini. Besar ya? bukan kah lebih besar sekolahku? hanya saja sekolahku masih harus masuk dari jalan besar. Hingga aku haru ngos-ngosan jika aku sedang mencari temanku dipelosok sana.
tapi tak bisa dipungkiri jika di sekolah ini rohisnya keren, dan banyak ikhwahnya.
ini masih jauhkah? apa sudah terlewat ya? ini dimananya? tiga pertanyaan itu yang selalu berkutat di pikiranku.
ternyata tidak jauh juga.
pasar atom. Ternyata seperti ini rupanya. tua dan jadul. bangunan belanda. dan ramai sekali. entah jam berapa aku sampai disana yang pasti belum dikumandangkan adzan dzuhur.
diseberang sana terpampang tulisan besar. tiga huruf. ITC. hanya itu.
Alhamdulillah aku datang di depan ITC dengan menyebarang bersama bapaknya orang lain.
aku masuk degung itu. dingin. lebih dingin dari pada dijalan. akumasih memakai seragam biru yang masih penuh air keringat. niatku memang tak jelek. hanya ingin melihat pemeran yang diselnggarakan hanya dua hari itu.
aku tanya pada informasi.
" mbak pemeran desain grafis dimana ya?"
lalu mbaknya bertanya pad asatpam dibelakangku
"mas pameran desain grafis dimana ya?"
ternyata tinggal tengok kebawah, disanalah dia bersemayam.
sebelum aku kebawah sana aku menikmati karya pemenag desain kaos ikon surabaya. Pada pelombaan ini kelima temanku mengikutinya. diantara mereka adalah teman baikku.
panjang ya cerita ya...ini cerita seharian yang masih banyak lagi