“pokoknya aku cinta! Cinta! Cinta! Cinta!”
Oke,bukan masalah besar.Kita tidak bisa melarang kamu jatuh cinta. Lagi pula bukan suatu hal yang haram, bukan?. Itu adalah aktivitas perasaan dan hati.
“btw, kenapa ada orang yang melarang kitajatuh cinta?”
Siapa? Beraninya dia melarang-larang. Mana? Mana orangnya??
Ehm…larangan jatuh cinta yang dimaksud bukan rasanya tapi aplikasi pengekspresian rasa cinta. Estetika penganaplikasianya yang kurang baik dan melanggar syariat islam.
Tau tidak sih…?
Jatuh cinta dalah gejala wajar yang dialami siapa saja termasuk seorang nabi. So, perasaan tertarik atau jatuh cinta tidak bisa dilarang-larang. Cinta itu dibagi dua macam,yaitu :
1. Cinta Objektif
Nah, cinta yang macemnya seperti ini akan membawa pada aplikasi yang tidak benar, yaitu:
a.Pacaran
Akhtifitas yang lebih merupakan lampiasan nafsu, lebih mudah menyeret kepada pelanggaran batas-batas norma dan zina
b.Zina mata
Mata dapat menjadi pintu dosa terbesar dan dapat menjadi penghianat. Maka Allah menegaskan pada Qs. An-nur :30-31
“ Katakanlah pada laki-laki beriman, ‘hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka’. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuata. Ktakanlah pada perempuan beriman ‘Hendaklah merekan menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya’”
c.Ikthilath
Berbaurnya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dalam suatu tempat. Inilah yang disebut ikhtilah. Aktifitas ini adalah kesempatan yang memberikan keluasan berintreraksi, saling pandang , bicara dan lain-lain. Maka jika hal ini sudah terjadi pada seorang muslim dan muslimah, yang dilakukan adalah memantapkan terus komitmen untuk memelihara diri dari suatu yang tidak diinginkan dan tetap amar ma’ruf nahi mungkar tanpa henti. Karena tidak mungkin kita dapat menghindari ikhthilath ini. Kita masih harus begerak dalam lingkungan masyarakat umum.
d.Khalwat
Khalwat adalah berdua-duaan dengan laki-laki atau perempuan yang bukan muhrim. Akhtivitas ini tidak hanya sekedar main mata, bersenda gurau atau isyarat-isyarat lain. Tetapi pintu terjadinya zina terbuka lebar.
e.Memperturutka pandangan spontan
Memperturutkan pandangan spontan terhadap lawan jenis dikarenakan mata akan menikmatinya dan terus menginginkanya dan sulit mengendalikanya. Maka Rasulullah SAWmengingatkan pada Ali bin Abi talib dan kita semua “Wahai Ali, Janganlah kamu turutkan pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama tidak apa-apa dan yang kedua tidak boleh”.(Hr. Abu dawud dan Tirmidzi)
f.Mengotori hati
Melakukan akhtifitas yang mengotori hati dan pikiran. Misalnya, komunikasi yang tidak syar’i dan berlebih-lebihan melalui telepon, handphone, chat, dan lain-lain dengan yang bukan muhrim. Komunikasi seperti ini tanpa mengindahkan batas-batas syar’i juga tidak kalah bahayanya dengan pandangan langsung, khalwat dan ikhtilath.
Cinta objektif adalah cinta yang berorientasi pada materi dan duniawi. Melihat tampilan fisik, hardware dan cashingnya. Cinta model seperti ini dilarang karena enam hal diatas dan terarah kepada maksiat. Orientasi nafsu fisik yang mengatasnamakan cinta. Maka orang berzina pun menyatakan perbuatan itu adalah ungkapan cinta.
“Ekspresi cinta yang memuja fisik tapi tidak sampai pacaran gimana??”
Apapun yang berorientasi pada pemujaan fisik maka sesuatu itu akan terus dan terus hadir dalam khayalan dan akan terbayang-bayang hingga muncul kelainan seksual. Hal ini disebabkan oleh sifat mengumbar syawat yang tidak terlampiaskan sehingga pelakunya menjadi tersiksa.
Sebaliknya, pelampiasan syahwat diluar batas-batas norma, tidak lagi menggambarkan karakter manusiawai yang mulia dan agung. Malahan seperti hewan yang rendah.
Asal muasal munculnya cinta objektif adalah mata. Mata yang diumbar bebas dan tidak terdidik menjadi awal munculnya syahwat tanpa batas. Karena cinta objektif ternilai dari fisik dan duniawi.
2. Cinta murni.
Cinta ini berasla bukan karena fisik dan duniawi. Tapi cinta ini ditujukan kepada orang yang pantas di cintai. Cintai ini di karenakan Allah, keimananya, keshalihannya, kepintaranya, keseriuasanya. Bisa dibilang inner beauty-nya. Dan Allah selalu menegaskan pada Qs. Annur :26
“Wanita-wanita keji adalah untuk laki-laki keji. Dan laki-laki keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pila). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
Dan Rasulullah SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kerhormatanya, kecantikanya, dan agamanya. Maka pililah wanita yang beragama. Kamua akn beruntung” (HR. Bukhari dan muslim)
Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita untuk tidak melihat dan memuja-muja hardwarenya atau fisiknya semata, yang dapat abadi hanyalah kemulian diri. Dan itu adalah agamanya.
“Tapi, gimana dengan hadist satu ini, ‘ Pergilah dan lihat dia, karena susungguhnya hal itu lebih menjamin kelanggengan (cinta kasih) diantara kalian’ (HR. Tirmidzi) pada hadist ini Rasulullah meminta Al-Mughirah bin Syubah r.a yang baru saja melamar seorang gadis agar dia melihatnya.Berarti cinta objektif dong?”
Tidak diharamkan melihat rupa waktu melamar wanita yang akan dinikahi. Itu manusiawi. Dengan melihat mungkin dia akan merasa semakin cocok dengan pilihanya. Jadii, melihat disini bukan karena nafsu.
Kesimpulanya, Cinta yang baik tergantung pada orientasinya. Ada yang terbius oleh faktor-faktor fisik, rupa, dan segenap unsur-unsur lain yang disebut cinta objektif. Pelakunya ingin menguasainya dan memiliknya dengan dibumbui nafsu sehingga terjalinlah peristiwa yang dilanggar syariat islam.Jika sang pelakunya tidak dapat mengkontrol nafsu syahwatnya. Pada umunya inilah yang sering terjadi.
Dan ada pula yang lebih menekan pada unsur-unsur mulia kepribadian pelakunya tidak bernafsu menguasai atau memiliki. Baginya kemulian adalah memberi bukan menguasai dan kepribadian mulia patut dicintai, meskipun tidak selau bisa dimiliki. Inilah cinta murni. Orientasinya pada unsur-unsur mulia kepribadian. Akan semain sempurna jika landasanya adalah agama.
“Gimana kalau sudah terlanjur cinta??”
“ wahai para pemuda, Barang siapa diantara kalian mampu menikah, maka hendaknya dia menikah itu lebih menundukan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa tidak mampu menikah, maka hendaklah dia berpuasa. Karena puasa itu adalah perisai baginya”.
Nah, kalau kalian sudah mampu dan siap menikah dan menerima pinangan. Silakan. Tapi kalu pada masih sekolah paling gampang ya puasa. Puasa itu perisai dari kecenderungan diri pada kemaksiatan dan dapat menekan gejolak libido maupun pikiran jorok bin kotor. Selain itu, orang-orang yang menjaga ibadahnya akan terjaga dirinya dari keterjerumusan ke dalam maksiat demikian juga dengan tidak meperturutkan pandangan mata terhadap yang diharamkan dan segera berpaling dari pandangan spontanitas. Serta menghindari ikhtilath dan khalwat. Itulah upaya-upaya untuk menjaga jarak, menjauhi kemaksiatan dan aplikasi cinta yang salah ketika sedang jatuh cinta atau terlanjur cinta.
resume :
judul : mama izinkan aku jatuh cinta
penulis : jon hariyadi
penerbit :elba
Hari ini dan seterusnya aku bukanlah seperti Laras biasanya. Bukan Laras yang cengeng, namun Laras yang tegar.
Kamis, 18 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
assalamualaikumwarokhmatullah...
Jika kamu
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.
HR.Trimidzi 2153
inilah aku
- andjani laras
- Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
- aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar