Kamis, 10 September 2009

umurku 16

Sekian lama tidak aku ceritakan ini padahal sudah lama kisah ini terjadi.

Ya, ketika itu sudah kunikmati apa yang disuguhkan dipameran itu, yang ternyata bagiku itu kurang menarik. Baru kuketahui, bahwa pameran-pameran yang seperti itu sudah banyak dan sudah tersebar dimana-mana dan tidak resmi. Itu hanyalah pameran grafis. Desain grafis yang dipakai diamana-mana. Di selip-selip jalan, dietalase toko, apotik, diudara, dilutan, di dunia maya, didunia nyata di komunitas asongan, komunitas elit. Desain grafis yang selalu dipakai dimana-mana. Karena sangat berpengaruh untuk berkomunikasi.

Setelah kualngkahkan kaki ini keluar dari gedung mengah nan angkuh itu, aku menuju halte yang bersinggah dimuka gedung itu. Kutunggu bus yang menuju arah Bungurasih. Dan kurenungi jalan yang panas dan penuh dengan manusia yang memiliki tujuan yang berbeda-beda dan juga unik. Aku tau pasti aku tidak tau apa yang mereka tuju, tapi pastilah tidak sama Allah menggariskan nasibnya.

Allah pasti tau bagaimana cerita unik dan kisah yang pantas menjadi sebuah ibrah pada manusia dan pantas untuk dirinya, entah itu berasal dari tukang becak yang tak mendapatkan uang dari tadi pagi atau seorang yang baru pulang dari sekolah, atau yang berjalan atau yang menjadi kenek dan semua adalah kisah yang menarik untuk dijadikan ibrah, dan motivasi.

dan kini kisahku yang menanti seongok bus.

Suara kumandang adzan dzuhur yang merdu tersebar di bumi Surabaya dan tidak mengubah raut wajah sesorang yang jenuh duduk termangu di halte itu, atau orang yang sibuk dengan daganganya atau yang sibuk dengan duniawinya. Bagaimana dengan aku?

aku sedang berpikir keras, aku harus memilih aku bergerak untuk mencari masjid dan sholat atau aku tetap menunggu bus dan sholat dirumah?

dan menit berikutnya aku bediri dan menyakan keberadaan masjid yang berkumandang pada tukang becak yang sedari tadi aku perhatikan. Aku mengikuti arah yang beliau tunjukan.

langkah demi langkah semakin kerongkongan protes untuk minta mandi dengan sebotol air mineral yang dingin, maklum Surabaya hawanya selalu panas. Aku jadi teringat kata-kata Rasulullah saw, hawa panasnya udara dibumi seperti uapnya neraka. Samar yang kuingat tapi sepertinya tak jauh dari itu.

Kutemukan?

Tidak.

Yang kutemukan hanyalah pesantren yang kecil dan sepi dipinggiran rel kereta. Kurasa pesantren ini menyimpan banyak kisah yang bersangkutan dengan peran-peran yang hebat diakhirat nanti. Aku putuskan saja kembali kehalte dan segera pulang agar segera pula aku bermunajat padaNya.

Sebelum aku kembali aku mampir ke warung kopi untuk membeli sebotol air dingin untuk menuaikan hak tubuhku. Alhamdulillah...seger...

Aku kembali, dan menemukan bus, tapi tidak berhenti. aku diam dan aku kembali menunggu. Aku berpikir, apa bus tidak mau berhenti jika tidak distop oleh calon penumpang ya? iya kali.

Waah ternyata bus lebih jaim dari pada angkot yang senantiasa menunggu calon-calon penumpangnya hinggga berjam-jam.

Oke-oke, tapi ini sudah jam berapa? aku harus segegra pulang. dan aku lebih memilih angkot yang bisa mengantarku pulang. Jurusan yang sama seperti bus.

Angkot berangkat, kau terima angkot berjaln kemana saja, lewat mana saja, dan akhirnya kau diaajak berkelilin-lling kota ini. aku tak tau diaman tapi ini asik.

Surabaya ini penuh dengan bangunan-bangunan Belanda kuno. Aku belum pernah mencari sejarah-sejarah tentang Surabaya yang paling terkenal ya 'Bung Tomo' itu. Dasar anakmuda!!

dan akhirnya aku berhenti di SPBU Darmo, dan ganti angkot yang melewati gang rumahku. Alhamdulillah petualangan yang seru. Aku sendiri masih ingat akan teman-temanku, bahwa aku sekarang sudah bertambah umur. Apa mereka ingat ya?

Malam itu, telah ada angin dingin yang memasuki sela-sela rumahku. Dan hape ini berbunyi dengan berurutan. Nadanya seperti menerima sms.

Teman-temanku, mereka seperinya janjian untuk sms dalam satu waktu hingga hape ini tak mau diam.

Mereka dengan maafnya mengirimkan ucapan "selamat semakin dekat kamu pada liang lahatmu...."tidak-tidak mereka mengucapkan "selamat ulang tahun yang ke 16" tapi dengan gaya mereka masing-masing. Tapi ucapan yang pertama memamng tak salah.

Tapi,, dibalik itu semua aku sudah melalui traning kedewasaan dan kemandirian serta kemuhasabahan yang disuguhkan Allah padaku.

Pelajaran menghargai orang lain, hal itu serasa yang istimewa yang ditujukan padaku.

Alhamdulillah...........

Tidak ada komentar:

assalamualaikumwarokhmatullah...

Jika kamu
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.

HR.Trimidzi 2153

inilah aku

Foto saya
Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....