kuawali tulisan ini dengan ragu.
kuhadapi kenyataan ini dengan kelu.
memulai hari dengan haru.
tapi kaki ini tetap bediri.
tak mau berhenti.
dia memaksaku untuk terus berlari.
hingga wajah ini berseri kembali.
apa akan yang terjadi?
semua ini seakan ombak-ombak yang menari tanpa letih
silih berganti...
menerpa hati yang membatu bahkan lebih keras dari batu.
memandikan karang yang kering akan dinginya airMu
akankah hati ini seperti itu?
tapi nyatanya air sejukMu takan pernah berhenti menerpaku
saudara dan saudariku yang Kau utus untuk diriku
selalu ingatkanku padaMu.
meneguhkan tekadku.
karena Kau selalu sayang padaku
walau nafsu ini mengajaku lari dariMu.
dan setan-setan itu yang akan menemani lagi.
tapi aku masih ingin dan berharap selalu bersamaMu.
Kau Maha mengerti apa yang kubutuhkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar