Rabu, 22 Desember 2010

Teruntuk Kambing yang Manis…


Pagi setelah sholat ied, aku tak sabar dengan kiriman kambing yang telah aku pesan. Tak sabar untuk bertemu dengan kambing qurbanku…

Mbing…. Pertama bertemu denganmu… kau berlari… sangat menggelikan. Dan aku tak pernah merasa jijik padamu. Bulumu basah, putih yang tak lagi putih. Dan kau pun berteriak teriak “ mbekkk… mbeeekkk… mbeeekkk….”

Mbing… kamu tuh asset akhirat ku…. Jadi yang terbaik ya…. Besok kita udah ga ketemu lagi… senyum yang manisnya.. aku foto… buat yang terakhir kalinya di akhir hayatmu.

Itu awal pertemuan kita. Aku tak mengerti dari mana kau asalnya. Dari desa mana. Karena ketika kamu dibawa ke kota ini.. kamu terpisah oleh keluargamu dan dijual untuk mati. Ya kukira kau sudah mulai lelah dan stress dengan semua ini. Begitu kejamnya dunia bagimu. Maka dari itu kau selalu berteriak-teriak tak henti-henti. Mungkin kau rindu dengan bapak, ibumu dan saudara-saudaramu didesa. Sehingga banyak rumput hijau yang ada ribuan di hamparan tanah yang kau injak tak kau hiraukan. Padahal itu makanan favoritmu.

Kamu kuajak ke tempat banyak rumputnya. Agar kau sedikit terhibur. Dan dapat menikmati pemandangan kota yang di sekitarmu. Banyak mobil, motor, truk, bis, becak, angkot, kereta dan pesawat. Dan berbeda dengan asal desamu yang begitu damai. Mungkin kau terheran-heran. Dan bertanya “ Dimana aku?? akan dibawa kemana aku?? “ Tapi kau hanya berucap “ mbekkk… mbeeekkk… mbeeekkk…” mana aku tau perasaanmu. Jika aku tau akan aku katakan padamu.

Ya mbing.. mungkin ketika aku bermain-main dan mengelus-elus kepalamu… kau akan terhibur…. Dan kita berfoto bersama. Walaupun sangat konyol tapi aku seneng…

Mungkin jaket merahku ini sangat mencolok dimatamu. Karena selama ini, aku memperhatikanmu. Kemanapun aku berjalan selalu kau lihat. Kepalamu bergerak mengikuti kemana aku pergi. Dan aku merasakan kau bahagia. Mungkin sedikit…. Hahahahahaha…. Dan aku tersenyum manis padamu sambil melambaikan tangan dan berkata “ da.. daa… da… mbinnggg….”

Dan juga mungkin karena jaket merah ini yang membuatmu selalu menghampiriku. Menyeruduk-nyeruduk. Padahal kau terikat. Lucu sekali. Dan ketika aku berjalan menjauh darimu. Kau malah berteriak-teriak lagi. Tapi ketika kau mendekat kau diam.

Ya pertemuan kita hanya beberapa jam…. Aku senang dapat menolongmu dari tali yang kau buat rumit sendiri sehingga kakimu terjerat karena ulahmu sendiri. Dasar kau sangat bodoh sekali. Dan kita harus berpisah di Masjid Sholahudin ini.

Besok kau telah tiada dan tak berwujud jasadmu. Mengenaskan…. Tak berwujud. Dan mungkin menjadi sate atau gule… dan sebagainya….

Ketika aku ditawari untuk menyaksikan kematianmu. Aku menolak. Aku tak tega menyaksikannya. Karena aku membuat kenangan manis bersamamu.

Selamat tinggal kambinggg…. Kita berpisah dihari yang sama dengan hari awal pertemuan kita…. Da da daaa…. Kambing… senyum yang manisnyaaa…. Semoga nanti dapat bertemu lagi… dengan wujud utuhmu lagi dihari kiamat nanti… seperti yang Allah janjikan…..

Terlalu melankolis berimajinasi bersama kambing yang satu ini…. Kambing pertamaku di idul adha ini.

Tidak ada komentar:

assalamualaikumwarokhmatullah...

Jika kamu
berada di waktu sore maka janganlah menunggu pagi dan jika kamu berada di waktu pagi maka janganlah menuggu waktu sore.
pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum datang matimu.

HR.Trimidzi 2153

inilah aku

Foto saya
Sidoarjo, jawa timur, Indonesia
aku lahir di Sidoarjo tepatnya tahun 1993 aku tinggal bersama keluargaku yang santai. Aku masih bersekolah. Aku beruntung karena kau lahir dalam keluarga yang semuanya beragama islam.Tapi bukan berarti aku bebas dalam serangan setan yang akan mengoda dan melemahkan iman.Berpositive thinking dan berserah diri...itulah diriku,,yang selalu berusaha menjaga diri semoga aku dapat menempuhnya amien... Allah pun menyanyangiku selalu memberiku rezeki walo aku tak minta walo aku sering berbuat dosa tak juga Allah tapi juga Nabi Muhammad SAW karena kalo bukan karena beliau,,aku pun tak akan bisa mengenal islam yang sangat sempurna ini....aku tinggal Ayahku,seorang yang misterius bagiku Ibuku,,,yang pasti selalu menyanyangiku tapi tetap semua itu pasti karena Allah Dia mempertemukan aku dengan mereka Dia yang menjadikanku anak mereka Dia yang memberiku cobaan lewat mereka dan Dia mengajariku,mendidiku,membimbingku lewat mereka dan pasti tidak pantas aku durhaka padaNya dan kedua orang tuaku Dan dari sinilah aku mulai ceritaku, inilah aku, aku memiliki saudara yang sangat sepesial bagiku bismillahirrokhmanirrohkhim....